PKS Jakbar Gelar Pelatihan Pilah Sampah, Narman Syah: Jadikan Masalah sebagai Berkah

JAKBAR.PKS.ID – Jakarta Barat – Ketua DPD PKS Jakarta Barat, H. Narman Syah, mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah rumah tangga sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya ditangani dengan pola “kumpul, angkut, buang”, tetapi membutuhkan perubahan perilaku yang dimulai dari rumah dan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan Narman Syah saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan “Memilah – Memilih Sampah Organik dan Plastik” yang digelar oleh Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Energi dan Lingkungan Hidup Perubahan Iklim (EKUIN LHPI) DPD PKS Jakarta Barat di Gedung DPD PKS Jakarta Barat, Minggu (20/9/2026).

Dalam sambutannya, Narman menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPRD DKI Jakarta Hj. Sholikhah, S.Sos.I., jajaran pengurus Bidang EKUIN ELHPI DPD PKS Jakarta Barat, para narasumber, serta seluruh peserta yang hadir mengikuti pelatihan.

Ia menilai kegiatan tersebut penting karena persoalan sampah merupakan tantangan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.

“PKS Jakarta Barat hadir untuk membawa solusi nyata, bukan sekadar berkumpul. Perubahan besar harus dimulai dari rumah dan keluarga kita sendiri. Kita harus menyudahi pola lama ‘kumpul, angkut, buang’,” ujar Narman.

Narman menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, Jakarta Barat menghadapi persoalan timbulan sampah yang besar. Ia menyebut volume sampah di wilayah Jakarta Barat mencapai sekitar 807.966 ton per tahun, atau rata-rata lebih dari 2.200 ton per hari.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan bahwa sekitar 25 persen sampah disebut telah berhasil ditangani dan dimanfaatkan kembali. Menurut Narman, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang bagi masyarakat untuk mengambil peran dalam pengelolaan sampah.

“Sampah bukan lagi sekadar kotoran atau masalah. Jika dipilah dengan benar, sampah bisa menjadi berkah, pupuk kompos, bahkan memiliki nilai ekonomi lewat bank sampah,” katanya.

Karena itu, Narman mengajak seluruh peserta tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Ia berharap materi mengenai pemisahan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya dapat langsung diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Saya berharap ilmu memisahkan sampah organik, anorganik, dan sampah berbahaya ini langsung dipraktikkan di rumah masing-masing setelah pulang dari sini,” tuturnya.

Ia juga mendorong peserta menjadi penggerak kebersihan di lingkungan tempat tinggal, baik di tingkat RT maupun RW, dengan mengajak anggota keluarga dan masyarakat sekitar untuk membangun kebiasaan memilah sampah.

Menurut Narman, kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral masyarakat.

“Jadilah penggerak kebersihan di lingkungan RT dan RW. Ajak keluarga dan tetangga sekitar. Ingatlah bahwa menjaga kelestarian bumi dan kebersihan lingkungan adalah bagian dari perwujudan iman kita,” ajaknya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah organik, anorganik, maupun sampah berbahaya dapat dikelola sesuai karakteristiknya dan memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Pelatihan yang bertajuk “Membangun Budaya Peduli Lingkungan Hidup” menghadirkan Ketua Biro LHPI DPW PKS DKI Jakarta, Dr.Agung Wahyudi Biantoro dan Ketua Bank Sampah Kembangan Sejahtera Safwan, SE., MM sebagai pembicara.

Laporan : Komdigi PKS Jakbar

Bagikan:

Advertorial