Hikmah – Dakwah pada hakikatnya adalah tentang semangat. Ia bukan semata urusan usia, kondisi ekonomi, kesibukan, atau keluasan ilmu. Sebab semangat adalah bahan bakar utama yang menggerakkan langkah, menjaga keikhlasan, dan menguatkan istiqamah.
Usia yang menua bukan alasan untuk meredupkan semangat berdakwah. Sejarah telah memberi teladan yang luar biasa. Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat Nabi, tetap ikut serta dalam pengepungan Konstantinopel meski usianya telah mencapai sekitar seratus tahun. Tubuh boleh melemah, tetapi semangatnya tetap menyala.
Begitu pula dalam soal rezeki. Kondisi ekonomi yang pas-pasan, bahkan sulit, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berdakwah. Banyak orang yang hidup sederhana, namun tetap konsisten menyampaikan kebaikan dengan penuh keikhlasan. Sebab dakwah tidak selalu menuntut materi, melainkan ketulusan hati.
Kesibukan juga bukan alasan untuk berhenti berdakwah. Di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab, masih banyak orang yang menyisihkan waktu dan tenaga untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Mereka membuktikan bahwa dakwah bisa hadir di mana saja, selama ada kemauan.
Demikian pula dengan ilmu. Tidak semua orang harus menunggu menjadi alim untuk berdakwah. Banyak yang masih terus belajar, namun tetap menyampaikan kebaikan sesuai dengan apa yang ia ketahui. Dakwah tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kejujuran dan kerendahan hati.
Setiap kita memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Karena itu, berdakwahlah sesuai kemampuan masing-masing. Memang benar, semangat saja tidak cukup. Namun semangat adalah pintu awal yang mampu menutupi banyak kelemahan dan kekurangan. Dengan semangat yang disertai kemauan untuk terus belajar, perlahan kekurangan itu akan diperbaiki dan ditutupi oleh proses.
Rasulullah ﷺ bersama para sahabatnya adalah teladan utama dalam hal ini. Mereka berdakwah dengan penuh semangat, keteguhan, dan pengorbanan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan.
Maka, jangan biarkan kelemahan menjadi alasan untuk berhenti. Nyalakan semangat, terus belajar, dan melangkahlah. Karena dari semangat itulah, kebaikan akan terus menemukan jalannya.
Oleh: Ustadz Yosri Fajar (Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Fajar Insan Mulia Bogor)




