Ketua Bapemperda DPRD DKI Terima Audiensi Mahasiswa UNJ, Bahas Proses Pembentukan Perda

PKS JAKBAR – Jakarta – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, H. Abdul Aziz, menerima audiensi perwakilan Majelis Tinggi Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari proses legislasi, khususnya mekanisme penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang dilakukan DPRD bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami dari Bapemperda menerima mahasiswa Majlis Tinggi UNJ. Jadi datang ke sini untuk belajar bagaimana proses membuat undang undang, membuat perda,” kata Abdul Aziz usai menerima audiensi perwakilan Majelis Tinggi Mahasiswa UNJ di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Abdul Aziz berharap kunjungan tersebut dapat memberikan wawasan dan pengalaman kepada para mahasiswa mengenai proses legislasi serta menjadi bekal bagi mereka untuk berkiprah di dunia politik pada masa mendatang.

“Suatu saat apabila mereka nanti bisa menggantikan posisi kami sebagai anggota DPRD DKI Jakarta,” ungkap politisi PKS itu saat diwawancarai awak media.

Setelah audiensi, para mahasiswa UNJ juga diberi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung jalannya rapat paripurna DPRD DKI Jakarta yang saat itu tengah membahas penetapan Peraturan Daerah.

“Ya, sebelumnya memang kami minta kepada panitia agar memberikan kesempatan kepada mahasiswa UNJ ini agar bisa menyaksikan langsung sidang paripurna, penetapan perda,” tuturnya.

Menurut Aziz, pengalaman menyaksikan langsung rapat paripurna akan memberikan gambaran nyata mengenai dinamika proses demokrasi di lembaga legislatif.

“Jadi mereka sudah lihat langsung, melihat dinamikanya, bagaimana di paripurna itu tidak hanya berjalan mulus, tapi juga ada juga interupsi-interupsi,” lanjutnya.

Ia menilai, pengalaman tersebut dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai praktik politik yang menjunjung etika, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Dan saya kira ini bisa menambah hasanah, bisa menambah pengetahuan bagaimana politik ini harus dijalankan dengan menjunjung kehormatan tapi tidak mengesampingkan kritik kepada pemerintahan,” pungkasnya. (mj)

Bagikan:

Advertorial