Fraksi PKS DKI Jadwalkan Pemanggilan Direksi Transjakarta, Ekses Kasus Adu Banteng dan Lindas Ojol

Jakarta – Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdul Aziz menyatakan pihaknya tengah menjadwalkan pemanggilan terhadap direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) beserta petinggi BP BUMD di bawah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tersebut, ekses dari rentetan kecelakaan adu banteng dan peristiwa sopir bus Transjakarta melindas pengemudi ojek online (ojol).

Menurut Abdul Aziz, pemanggilan terhadap direksi ini penting guna mengevaluasi, serta memonitoring standar operasional prosedur (SOP) internal Transjakarta.

“Kami dalam waktu dekat akan memanggil (direksi) Transjakarta dan juga BP BUMD atasan dari Transjakarta untuk melakukan evaluasi dan juga melakukan monitoring terhadap apa yang sudah dilakukan dan apa yang tidak sesuai dengan standar prosedur yang sudah ada,” kata Abdul Aziz saat dihubungi pada Kamis (26/2/2026).

Sekretaris MPW PKS DKI Jakarta 2025-2030 itu mengakui, belum lama ini dirinya sempat mendatangi kantor Transjakarta.

Saat itu, kata Abdul Aziz, pihak Transjakarta memberikan informasi kepadanya ihwal setiap kendaraan atau armada bus Transjakarta sudah dilengkapi dengan sistem monitoring untuk pengendara atau supir. Namun, setelah kejadian ini, baru terungkap bahwa tidak semua armada dilengkapi dengan sistem tersebut.

“Ternyata kejadian ini terjadi setelah kami konfirmasi bahwa belum semua kendaraan Transjakarta dilengkapi dengan peralatan ini,” ucapnya.

Abdul Aziz meminta direksi Transjakarta segera menuntaskan standar keselamatan setiap armada bus Transjakarta agar dipasangi alat khusus untuk memonitoring sopir.

“Agar bisa dipantau, jangan sampai ketika berkendara dalam keadaan mengantuk atau dalam keadaan tidak siap berkendara,” tuturnya.

Ia menegaskan, monitoring dan evaluasi (Monev) ini harus dilakukan agar pengendara Transjakarta memang benar-benar layak mengemudikan bus ketika mendapatkan tugas.

“Kami harap ini bisa segera dilakukan dan jangan sampai terjadi lagi insiden-insiden yang tidak seharusnya terjadi khususnya di DKI Jakarta,” ujarnya.

Tak lupa, Abdul Aziz menyampaikan duka cita mendalam atas adanya korban luka-luka yang ditimbulkan oleh peristiwa ini.

“Kami mengucapkan belasungkawa, berdukacita, dan juga prihatin terhadap kejadian yang sudah beberapa kali terjadi dari Transjakarta,” kata Abdul Aziz.

Sumber : teropongnews.com

Bagikan:

Advertorial